Cinta kepada harta artinya bakhil,
Jumat, 25 Februari 2011
Bijak
Ditulis sama Rira di 08.23 0 komentar
Bijaksana
Ditulis sama Rira di 08.00 0 komentar
Jumat, 18 Februari 2011
Fear
Ditulis sama Rira di 16.59 0 komentar
Jumat, 04 Februari 2011
Rasa
Sore itu seperti biasanya, laki-laki itu datang kerumahku, berbicara sebentar, lalu pergi. Tapi tidak untuk sore ini. Sore ini dia datang kerumahku lebih lama dari sebelumnya. Karena lama, aku berpikir untuk menawarkannya minum.
"Mau minum apa?? Teh atau kopi??"
"hmm...Kopi aja deh"
"Okay, tunggu sebentar yaa"
Aku segera beranjak dari tempat duduku dan langsung menuju dapur. Tidak lama aku kembali ke halaman teras rumahku sambil membawa dua cangkir kopi pekat yang uapnya masih mengepul. Kuberikan satu cangkir kopi untuknya lalu aku kembali duduk disebelahnya.
"Terimakasih" Katanya sambil tersenyum padaku.
"Sama-sama"
Hening sejenak.
"Aku boleh bertanya sesuatu?? Tapi kamu harus berjanji agar menjawabnya dengan jujur"
Dengan agak sedikit kaget dia menjawab.
"Boleh, emang mau tanya apa?" Menatapku dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Menurutmu cinta itu apa??"
Dia tertawa, "Rasa yang kita miliki untuk seseorang yang sangat berharga buat kita. Aduh aku nggak bisa njelasin kayak yang aku rasain"
"Kalau sayang??"
"Ya seperti itu, aku nggak bisa menjelaskan secara detail"
"Okay, kalau cinta yang tulus atau nggak tulus itu gimana? Kalau kasih sayang beda nggak sama cinta dan sayang??"
"Waduh nih anak ada-ada aa sih nanyanya" Sambil mengacak-acak rambutku. "Kalau cinta yang tulus itu, cinta yang diberi dengan cara yang tulus dan menerima apa adanya, kalau yang nggak tulus berarti cuma dibuat-buat. Nah kalau kasih sayang itu tergantung"
"Tergantung apa?"
"Tergantung sama yang ngartiin"
"Kalau kamu yang mengartikan?"
"Menurutku sih beda"
"Apa bedanya?"
"Aduh susah ngartinya nih"
Aku tertawa. "Dari semua rasa itu, mana yang mau kamu kasih ke aku?"
"Rasa cinta yang tulus dan rasa sayang"
Tiba-tiba hening. Hening tanpa suara. Tinggal suara burung-burung kecil yang beterbangan menuju ibunya, karna matahari sudah mulai tenggelam. Matamu yang bening menatapku tajam. Tiba-tiba sore itu berubah. Kamu menatapku sangat dalam. Aku hanya -Diam-
Ditulis sama Rira di 14.09 0 komentar
