Sabtu, 20 Oktober 2012
Ditulis sama Rira di 15.46 0 komentar
Selasa, 16 Oktober 2012
Sederhana Itu Cinta Kita
sederhana itu cinta kita
yang datang kala senja merah merekah
namun terpendam kemarau, terkubur embun
kisah itu terhujani titik-titik air
memaksa kita bercengkrama
dalam waktu yang hanya Tuhan tau
sederhana itu bagaimana akhirnya waktu mengungkap semua
tanda kasih yang gagal kau baca dahulu
kini menyeruak membuatku sesak
sederhana itu bahagimana akhirnya kau usap wajahku
kala kau ucapkan cinta yang kaurasa
di ujung senja dan seterusnya
sederhana itu cinta kita
cinta yang disatukan semesta
cinta yang ada sebab Tuhan menginginkannya
lagunya disini
Ditulis sama Rira di 10.11 0 komentar
Senin, 24 September 2012
Sepertinya....
Sepertinya.... Semua temanku sudah bosan mendangar ceritaku yang tak berujung.
Seperti serial tv dengan cerita yang berulang-ulang dan tak habis-habis.
Sepertinya.... Mereka sudah jenuh membuat nasihat lagi untukku.
Sepertinya.... Sudah lama penantian. Entah siapa yang menanti. Aku atau dia? Tapi kini aku sudah sampai pada satu titik kebosanan. Aku tidak tau siapa yang memicu kebosanan. Aku atau dia. Entah.
Sepertinya.... Sekian lama aku mengenalinya, masih saja terasa sangat jauh dan tak dapat ku tebak hati, pikiran dan perasaannya.
Sepertinya.... Sudah waktunya aku dan dia tidak memaksakan kembali, karna sejak awal kita memang tidak pernah bersama.
Aku dengan bayanganmu. Kamu dengannya.
Aku dengan sejuta kenanganmu. Kamu dengan 1 kesedihanku.
Padamu yang disana, kutitipkan kenangan tentang kita. Semoga kau tak pernah lupa.
Aku, orang yang dulu pernah mengisi hatimu. Tapi dulu.....
Ditulis sama Rira di 16.09 0 komentar
Rabu, 18 Januari 2012
Serba Salah
Ditulis sama Rira di 15.36 0 komentar
Label: curhat
Minggu, 01 Januari 2012
Tidak Seperti Biasanya
Siang itu di sebuah coffeshop yang seperti biasanya, tempat duduk yang biasanya, dan di jam yang sudah biasanya. Dia datang seperti biasanya di jam yang biasanya dan diposisi yang biasanya pula. Seperti biasanya hanya berbicara biasa menanyakan kabar dan saling bercerita. Sudah saatnya dia pulang. Dia pulang di jam yang sudah biasanya. Aku masih tetap duduk di bangkuku sambil menatap netbookku. Rasanya seperti ada yg melihatku. Aku tau, itu dia. Sudah biasanya dia menatapku sebelum benar-benar pergi. Tapi kali ini lain dia menatapku lama sekali. Ah biarkan saja, pikirku. Beberapa saat kemudia dia benar-benar pergi.
Di hari berikutnya aku datang lagi di sebuah coffeshop yang seperti biasanya, tempat duduk yang biasanya, dan di jam yang sudah biasanya. Tapi tidak seperti biasanya. Dia tidak datang di jam yang biasanya. Aku pikir dia terlamat, yasudah tunggu saja. Sampai jam yang seperti biasanya dia pulang dia tidak datang juga. Tidak ada tanda-suara mobilnya juga. Aku mulai cemas. Pada jam yang seperti biasanya seharusnya aku sudah kembali kerumah dia juga belum datang. Kejadia itu terus berulang. Dan aku merasa semuanya tidak seperti biasanya.
Ditulis sama Rira di 20.22 0 komentar
Label: curhat
