BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Sabtu, 20 Oktober 2012


ceritanya kayak soal matematika,
"aku berjalan keselatan, kamu berjalan ke utara. lalu kapan kita akan bertemu?"
"saat kita berjalan dari kutub." katanya

Selasa, 16 Oktober 2012

Sederhana Itu Cinta Kita

sederhana itu cinta kita
yang datang kala senja merah merekah
namun terpendam kemarau, terkubur embun
kisah itu terhujani titik-titik air
memaksa kita bercengkrama
dalam waktu yang hanya Tuhan tau
sederhana itu bagaimana akhirnya waktu mengungkap semua
tanda kasih yang gagal kau baca dahulu
kini menyeruak membuatku sesak
sederhana itu bahagimana akhirnya kau usap wajahku
kala kau ucapkan cinta yang kaurasa
di ujung senja dan seterusnya
sederhana itu cinta kita
cinta yang disatukan semesta
cinta yang ada sebab Tuhan menginginkannya

lagunya disini

Senin, 24 September 2012

Sepertinya....

Sepertinya.... Semua temanku sudah bosan mendangar ceritaku yang tak berujung.
Seperti serial tv dengan cerita yang berulang-ulang dan tak habis-habis.

Sepertinya.... Mereka sudah jenuh membuat nasihat lagi untukku.

Sepertinya.... Sudah lama penantian. Entah siapa yang menanti. Aku atau dia? Tapi kini aku sudah sampai pada satu titik kebosanan. Aku tidak tau siapa yang memicu kebosanan. Aku atau dia. Entah.

Sepertinya.... Sekian lama aku mengenalinya, masih saja terasa sangat jauh dan tak dapat ku tebak hati, pikiran dan perasaannya.

Sepertinya.... Sudah waktunya aku dan dia tidak memaksakan kembali, karna sejak awal kita memang tidak pernah bersama.

Aku dengan bayanganmu. Kamu dengannya.
Aku dengan sejuta kenanganmu. Kamu dengan 1 kesedihanku.

Padamu yang disana, kutitipkan kenangan tentang kita. Semoga kau tak pernah lupa.

Aku, orang yang dulu pernah mengisi hatimu. Tapi dulu.....

Aku, yang tak berani menulis dengan penaku sendiri


-ines-

Rabu, 18 Januari 2012

Serba Salah



See full size image
harus ku akui semuanya telah berbeda
lelah menjalani semua serba salah
apalagi salahku, apalagi salahmu, ku tak mengerti


sudah lupakan segala cerita antara kita
ku tak ingin ku terluka karna cinta


bukan karna rasa itu tlah sirna, maafkanlah
ku hanya tak ingin ku tak ingin ku terluka karna cinta


oh bukan ku tak berharap kembali padamu
tapi pahami ku tak ingin, ku tak ingin terluka 

raisa,


Minggu, 01 Januari 2012

Tidak Seperti Biasanya

Percakapan itu hanya sampai saat itu. Tepatnya tanggal 5 Maret 2010. Ya, aku sangat ingat hari itu. Tidak ada persiapan apapun pada percakapan terakhir karna memang aku belum siap.
Siang itu di sebuah coffeshop yang seperti biasanya, tempat duduk yang biasanya, dan di jam yang sudah biasanya. Dia datang seperti biasanya di jam yang biasanya dan diposisi yang biasanya pula. Seperti biasanya hanya berbicara biasa menanyakan kabar dan saling bercerita. Sudah saatnya dia pulang. Dia pulang di jam yang sudah biasanya. Aku masih tetap duduk di bangkuku sambil menatap netbookku. Rasanya seperti ada yg melihatku. Aku tau, itu dia. Sudah biasanya dia menatapku sebelum benar-benar pergi. Tapi kali ini lain dia menatapku lama sekali. Ah biarkan saja, pikirku. Beberapa saat kemudia dia benar-benar pergi.
Di hari berikutnya aku datang lagi di sebuah coffeshop yang seperti biasanya, tempat duduk yang biasanya, dan di jam yang sudah biasanya. Tapi tidak seperti biasanya. Dia tidak datang di jam yang biasanya. Aku pikir dia terlamat, yasudah tunggu saja. Sampai jam yang seperti biasanya dia pulang dia tidak datang juga. Tidak ada tanda-suara mobilnya juga. Aku mulai cemas. Pada jam yang seperti biasanya seharusnya aku sudah kembali kerumah dia juga belum datang. Kejadia itu terus berulang. Dan aku merasa semuanya tidak seperti biasanya.