BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Kamis, 03 Desember 2015

jatuh cinta itu lucu

kamu jatuh, tapi kamu senang
kamu jatuh, tapi kamu merasa nyaman
kamu jatuh, tapi kamu lupa sebenarnya apa yang terjadi

setelah bangun dan berdiri
kamu tegak, tapi kamu merasakan sakit
sakit dimana-mana
kamu tegak, tapi kamu merasa tidak nyaman
kamu berdiri, bisa berjalan kemana saja
tapi kamu terlalu rapuh untuk itu

mungkin luka bekas benturannya
baru kamu rasakan setelah kamu berdiri
setelah kamu sadar
bahkan setelah kamu telah tegak sebenarnya
dan melihat bekas luka yang dihasilkan
sangat dalam

Selasa, 01 Desember 2015

jika semuanya memang sementara,lalu apa yang perlu dikhawatirkan?



"daun pada pohon
gelap pada malam hari
balon-balon yang berwarna-warni
hujan badai pada hari yang indah
bahkan percakapan kita sore ini"
katanya sambil menggenggam tanganku.

"ini pun akan sementara" 
jawabku sambil memandangi tangannya.

Senin, 16 November 2015

aku pulang
kosong
tapi ternyata disana ada kamu
aku pulang
kosong
kau memperhatikanku dengan teliti
siapa kamu?
bagaimana kamu bisa masuk sampai disini?

 
....... lalu aku lipat kertas kecil berwarna biru bertuliskan puisi yang pernah kau minta dulu. Ku selipkan dalam kantong kecil di dalam buku catatan ku sebelum (mungkin) akan ku berikan kepadamu besok lusa. Ku tutup rapat-rapat. Ku masukkan dalam tas kecilku, pada sore yang hujan itu.

Sabtu, 19 September 2015


Aku tidak akan bersamamu hanya karna aku tidak ingin sendiri. Sediri adalah teman baik, tidak begitu menakutkan. Bahkan dengan sendiri aku bisa melakukan apa saja yang ku inginkan. Sendiri memiliki caranya sendiri untuk membuatku bahagia tanpa teman-teman dekatku. Sendiri menyenangkan, dia sangat lucu sampai-sampai dia bisa membuatku lupa sejenak akan kesibukanku sehari-hari. Sendiri tidak membosankan, semoga. 

Aku tidak ingin bersamamu hanya karna aku bosan dengan sendiri. Aku tidak ingin melupakanya begitu saja. Jelas saja, selama ini hanya sendiri yang menemani hari-hariku dalam keadaan apapun. Dia selalu setia dan selalu bersedia menemaniku. 

Aku tidak akan bersamamu jika denganmu akan membuatku melupakan sendiri. Aku tidak akan bersamamu jika denganmu aku tidak akan merasakan kebahagiaan seperti yang aku rasakan dengan sendiri. Aku tidak akan melupakan sendiri, dan memang sepertinya aku tidak bisa melupakannya.

Aku ingin bersamamu karna aku telah menemukan refleksi diriku dalam dirimu. Aku ingin bersamamu karna telah nyaman meletakkan waktu dan hati pada sandaran bahumu. Aku ingin bersamamu karna denganmu aku dengan mudah melepaskan segala penat pekerjaanku. Dengan begitu bersamamu kita bisa melakukan menyenangkan sendiri. 

Tidak seharusnya kita berpijak diantara ragu yang terbatas. Seperti berdiri ditengah kehampaan, mencoba untuk membuat pertemuan cinta.

Lalu sekarang kita berdua sedang duduk di kursi taman yang terlihat sudah lumutan dan memandang ke arah sebuah danau dengan segala keindahan alamnya. Pada sisi kiri terlihat sebuah keluarga dengan seorang ibu yang sangat sibuk sedang mengurus 3 anaknya yang kecil-kecil. Ayahnya sedang sibuk menyiapkan pancing untuk anak laki-lakinya. Saat ini, mungkin kamu sedang memikirkan perempuan bergigi gingsul lain yang bukan aku. Sedangkan aku sedang merindukan laki-laki yang dulu menemaniku bermain bersama sendiri. 

Setelahnya, kita akan kembali kerumah masing-masing, membersihkan diri lalu beristirahat dan bersiap untuk kegiatan besok pagi. Lalu aku tidak pernah mendengar suara ketukan pintu pada pukul 7 malam lagi. Tidak tahu keadaan taman di pinggir danau yang sudah diperbaharui dan aku bermain dengan sendiri, sendiri. 



Kita adalah sisa-sisa keikhlasan yang tidak di ikhlaskan. Bertiup tak berarah. Berarah ke ketiadaan. Akankan kelak bisa bertemu dalam perjumpaan abadi....

Jumat, 30 Januari 2015

Tidak ada yang benar benar selamat didalam kata "Selamat Tinggal".

Aku sudah siap untuk menjadi orang yang tidak selamat di dalamnya.

Aku sudah jatuh sejatuh jatuhnya pada cinta. Aku yakin Tuhan tidak pernah bermain dadu termasuk dengan siapa kita akan bertemu kemarin, hari ini, lusa, dan lusanya lagi.

Kemudian aku menemukanmu disini. Ditempat yang belum pernah aku bayangkan sebelumnya. Aku menemukan orang yang benar-benar membuatku jatuh cinta padahal aku sudah berjanji untuk menutup pintu hatiku sendiri entah untuk siapapun itu.

Aku jatuh cinta padamu 1000 kali. Bahkan mungkin lebih. Jika aku berbohong, aku akan menulis semua perasaanku tentangmu hanya dengan setetes darahku.



Manado,  30 Januari 2015
Menunggu hujan reda