Jantungku berdegup tak karuan, darahku seperti tersumbat tak mengalir setelah mendengar perkataan mama tadi, "Mama tidak setuju kalau kamu dengan Krystin itu Dib" Mama menggetakku "Agamanya berbeda dengan kita! Pokoknya mama nggak setuju, titik." Tubuhku tergeletak lemas di atas sofa. 'mama tidak menyetujui hubunganku dengan Krystin, dan mama Krystin pun tidak setuju jika Krystin pindah ke agamaku (islam)'
Pikiranku seperti berputar tak karuan, aku selalu memikirkan tentang hubunganku dengan Krystin. Dia sudah seperti bagian dari hidupku. Dan jika aku melepasnya, mungkin itu rasanya seperti melepaskan jantungku sendiri.
Untuk memulihkan pikiranku aku berpikir untuk pergi menuju Coffee shop langgananku. Sesampainya disana aku langsung menduduki meja yang sering aku dan Krystin duduki. Aku memesan cofee yang sering dipesan oleh Krystin. Cukup sederhana Capucino latte. Tetapi rasanya sudah mewakili seorang gadis yang bernama Krystin yang sudah lama ada dalam kehidupanku. Dan kini entah bagaimana aku tak ingin menyimpulkannya begitu cepat.
Hujan turun dengan deras. Tapi aku tetap dengan kegiatanku sebelumnya. Merenung. Akau tak tahu lagi harus bangaimana. Aku coba untuk melihat diluar jendela. Aku seperti melihat sosok perempuan yang aku kenal. Sangat aku kenal. Sebentar. Itu Krystin. Ya itu Krystin! Untuk apa dia kesini? Biasanya dia kesini hanya kalau aku ajak saja. Aku bertanya-tanya dalam hati. Kristin mulai masuk kedalam coffe shop lalu dia membersihkan bajunya yang sedikit basah karena air hujan. Setelah itu dia langsung melihat ke arah tempat duduk dimana aku dan dia sering berkunjung. Dan disitu tempat dimana aku duduk saat ini.
Krystin sangat terkejut. Aku pun bingung melihatnya. Akhirnya dia yang menyapaku dulu.
"Hai!"
Sapanya. Aku pun membalas.
"Hai Krystin!"
Lalu dia mendekat kearahku. Dan duduk persis didepanku. Tanpa basa-basi dia langsung nerocos aja nanya.
"Gimana? Udah bilang sama mama?"
Karna sebelumnya Krystin tau bahwa aku akan bercerita pada mama tentang hubunganku dengannya. Dengan terbata-bata aku menjawab.
"ah, eh belum belum, kemaren mama lagi sibuk banget...jadi aku belum cerita deh"
"oh gituya? oke deh"
Jawab Krystin sambil tersenyum menatapku.
"Eh ngomong-ngomong kok tumben kamu pesen coffee latte, itu kan kesukaanku, haha"
Ledek Krystin. Krystin memang orang yang paling riang dan cerewet yang pernah aku kenal. Dia juga cantik. Jadi wajar kalau banyak laki-laki yang menyukainya. Dan bisa sampai setres memikirkanya. Seperti aku contohnya.
"Ah iya nih lagi pengen aja, hehe"
Jawabku sedikit bingung.
Yaah mugkin itu adalah sebagian dari kisah hidupku yang sangat mengesankan. Saking mengesankannya sampai saaat ini pun aku masih mengingatnya. Kira-kita itu adalah kejadian 14 tahun yang lalu. Sebelum aku menikah dengan istriku yang sekarang. Dan sebelum Krystin hilang kontak dengaku karna dia pindah ke Jepang untuk meneruskan karirnya. Aku punya surat untuknya. Yang tak pernah ku kirim ataupun menulisnya.
Dear Krystin,
Aku sangat mencintaimu Krystin
Sampai saat ini cintaku tak berkurang sedikitpun
Saat ini aku sudah memiliki istri yang seagama denganku
Pernikahan kami berlangsung karna perjodohan dari kedua orang tua kami
Maaf kan aku Krystin juka sebelumnya aku tidak cerita kepadamu
With Love,
Adib
Dan apa kalian tahu. Belum lama ini aku menemukan wanita yang mirip dengan Krystin. Wajahnya kata-katanya. Aku sampai sempat menuduh dia adalah Krystin. Tapi kejadian itu terulang kembali. Dia datang dan -menghilang-
Jumat, 03 Desember 2010
Kembali dan Menghilang
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar