Butuh panas pada secangkir kopi untuk melarutkan gula.
Ada kenikmatan
yang muncul kemudian saat kita bertanya sampai kapan harus menunggu.
Aku tertawa hingga menangis.
Aku tertawa hingga menangis.
Aku menertawakan diriku yang selalu menunggu.
Aku menertawakan diriku yang tidak pernah lelah menunggu.
Lalu aku menangis ketika panas pada secangkir kopi tidak
lagi terasa hangat.
Dingin.
Lalu aku menangis ketika gula yang kutaburkan pada secangkir
kopi tidak lagi dapat terlarut.
Pahit.
Saya akan menunggu kamu, selama saya masih melihat
kemungkinan kamu akan datang.
Jogjakarta, Malam Minggu
Sambil menunggu hujan reda

0 komentar:
Posting Komentar